Showing posts with label majapahit. Show all posts
Showing posts with label majapahit. Show all posts

Sunday, November 18, 2007

Yayasan Peduli Mojopahit

Minggu, 04 Nov 2007,
Ungkap Peradaban Yang Pernah Jaya

Sejarah mencatat, kejayaan Kerajaan Majapahit tak hanya mampu menyatukan kerajaan-kerajaan di Nusantara, tapi juga kesohorannya ketika membuat Madagaskar bertekuk lutut. Namun, itu semua tinggal cerita. Wujud Kerajaan Majapahit hingga kini masih dicari melalui berbagai situs maupun relief peninggalannya.

Itulah yang melatarbelakangi dideklarasikannya Yayasan Peduli Mojopahit yang dipelopori Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luluk Sumiarso, tadi malam. Deklarasi yang dihelat di Hotel Majapihit itu dihadiri para tokoh, budayawan, arkeolog, maupun akademisi. Mantan gubernur Jawa Timur H.M. Noer adalah salah satunya.

Luluk bersama para tokoh yang memiliki kepedulian terhadap Kerajaan Majapahit ingin mengungkap peradaban dan merekonstruksi keberadaan kerajaan tersebut. Mereka yang ikut membidani lahirnya yayasan tersebut antara lain, Prof Budi Santoso, arkeolog dari Universitas Indonesia (UI) dan Jendral Wijoyo Suyono (mantan Dirjen Kebudayaan dan juga seorang arkelolog). Deklarasi dan sarasehan Yayasan Peduli Mojopahit itu dikupas bersama Luluk Sumiarso, Chairman/CEO Jawa Pos Group Dahlan Iskan (wakil ketua), Prof Budi Santoso, Wijoyo Suyono, Langit Krisna Hariyadi (penulis buku Gajah Mada), dan Widorini (pengusaha).

Dibuka Dahlan Iskan, ajang tersebut ingin mengumpulkan pikiran maupun sumbangan ide dari berbagai pihak. "Saat ini hanya ada situs-situs dan berbagai uraian dari buku Negarakertagama. Karena itu, malam ini menjadi momen untuk bertukar pikiran," ujar Luluk.

Supaya arah pengkajian dan penelusuran sejarah yang dilakukan benar, di belakang yayasan ini telah berdiri ahli-ahli arkeolog yang siap mengawal. "Supaya apa yang kami kaji tidak melenceng dari hal-hal ilmiah," jelas pria penggemar lagu-lagu Campursari itu.

Yayasan ini juga terbuka dan mengajak semua pihak yang memiliki kepedulian terhadap Kerajaan Majapahit untuk bergabung. Budi Santoso menambahkan, selain merekontruksi Kerajaan Majapahit, yang penting dalam pengkajian itu adalah inspirasi yang diperoleh. "Baik dari segi arsitektur, teknologi, maupun peruntukannya untuk apa?" ujarnya. Sebab, apapaun, sejarah telah membuktikan bila Indonesia pernah berjaya. "Maka, sejatinya kita pun bisa meraih kejayaan itu kembali," ucapnya.

Dalam deklarasi itu juga dipampang berbagai sejarah yang berkaitan dengan Majapahit. Di antaranya, silsilah raja-raja Tumapel-Singosari-Majapahit, rekaan perspektif tepi sungai pada masa Majapahit, maupun rekaan persepktif permukiman pada masa Majapahit (berdasarkan situs). (kit)

(Harian Jawa Pos)

Wednesday, November 14, 2007

Jadwal Festival Seni Pertunjukkan Majapahit 2007

Jadwal Festival Seni Pertunjukkan Majapahit 2007.
14 Nov - 15 Nov 2007

Pembukaan :

Hari : Rabu
Tgl : 14 November 2007
pukul : 14.00 WIB - 15.00 WIB
Tempat : Halaman Parkir Pendopo Agung Trowulan Mojokerto

Pergelaran :

A. Hari Rabu Tgl 14 Nov '07 pukul 15.00 WIB - Selesai

1. Ludruk Arek dari Ngembat Kec. Gondang, Mojokerto
2. Bantengan dari Padi Kec. Gondang, Mojokerto
3. Ketoprak dari SMUN 1 Puri Kec. Puri, Mojokerto
4. Wayang Beling dari SMPN 1 Sooko Kec. Sooko, Mojokerto
5. Musik Mbaljigong dari Dewan Kesenian Kota Mojokerto
6. Ludruk Komunitas dari Jati Sumber Kec. Trowulan, Mojokerto

B. Hari Kamis Tgl 15 Nov '07 Pukul 19.00 WIB - Selesai

1. Bantengan dari Claket Kec. Pacet, Mojokerto
2. Kuda Kumbara dari KebonAgung Kec. Puri, Mojokerto
3. Kuda Lumping dari Gempol Kerep Kec. Gedeg, Mojokerto
4. Tari Kembang Kemuning dari Gembongan Kec. Gedeg, Mojokerto


Acara dilanjutkan dengan pengumuman 3 penyaji terbaik.


Terima Kasih,



salam hangat,

Rony Yunarto
Sie Festival Seni Pertunjukkan Majapahit 2007
Telp. 081 850 399 2
emai:teater_ r@yahoo.co. id

Friday, November 09, 2007

Abdul Malik, Blogger asal Mojokerto yang Bikin Situs Majapahitan

Sabtu, 10 Nov 2007
Abdul Malik, Blogger asal Mojokerto yang Bikin Situs Majapahitan

Dapat Data dari Teman Chatting di Prancis
Rekonstruksi Kerajaan Majapahit tidak hanya "diimpikan" kalangan pelestarian purbakala saja. Kalangan pemuda pun tak kalah bersemangat. Termasuk kelompok blogger. Yakni, dengan membuat blog khusus tentang Majapahit.

KHOIRUL INAYAH, Mojokerto

GEMAR berselancar di internet dan membuat blog ternyata memiliki makna tersendiri bagi Abdul Malik. Dan itu dimanfaatkannya dalam bentuk yang positif, yakni membuat blog tentang Majapahit. Suatu hal yang belum terbersit dalam pikiran mereka yang mengaku peduli Majapahit sekalipun.

Dengan dana pribadi, dan literatur dari sana-sini, Abdul Malik pun mewujudkannya impiannya memiliii blog sendiri. Ini tidaklah berlebihan, sebab ia telah menekuni dunia blogger sejak Desember 2005.

"Tujuan saja pada saat itu, saya ingin memberi kado buat diri saya sendiri," ujar lajang yang tinggal di Kradenan Kelurahan Kauman Kota Mojokerto ini.

Saat itu, salah satu penjaga warnet di Jl Jayanegara sedang asyik sedang asyik membuat blog untuk hal-hal yang bernuansa 1980-an. Ia pun ikut tertarik. "Nama blog yang saya pilih waktu itu ingin yang bernuansa lokal dan cepat dikenal. Ya akhirnya saya pilih Majapahit," ujarnya laki-laki kelahira 22 Desember 1968 ini.

Beruntung, ia memiliki beberapa dokumentasi tentang Majapahit. Salah satunya adalah naskah karya almarhum Max Arifin tentang Majapahit. Selain itu, materi mendapatkan dari banyak sumber. Misalnya teman chatting, Olivier warga Perancis yang beberapa kali ke Museum Trowulan dan Gunung Penanggungan.

Juga mendapatkan informasi bahwa majalah Arts of Asia (Hongkong) edisi November 2000 memuat laporan utama tentang Majapahit. Saya surfing alamat website-nya lalu cover di-download.

"Untuk isinya Olivier berbaik hati mengirim beberapa halaman yang telah di scanner via email," ujar Malik.

Tidak hanya itu, ia pun mengkopi buku Tatanegara Majapahit parwa 1 dan 2 karya Mohammad Yamin ke Perpustakaan Ignatius di Yogyakarta. "Saya berniat menampilkannya di blog dalam bentuk PDF agar dapat di baca lebih banyak kalangan," kata Malik lagi.

Salah satu hal paling sulit dalam blog adalah proses update data. Semua itu ia kerjakan setiap hari. Untuk keperluan itu, Malik banyak dibantu oleh Bagus Hendro, pemilik warnet di Jl jayanegara untuk proses scanner bahkan seringkali memberi fasilitas gratis. Terkadang juga oleh Hendrik salah satu petugas warnet tersebut. Yang paling menjengkelkan adalah ketika update data koneksi warnet drop. "Namun, karena semuanya menggunakan dana pribadi maka proses berjalan agak lambat," ujarnya.

Ada saat dimana ia tak meng update blog. Saat itu ia lagi menekuni multiply. Sama-sama menarik. Prinsip nya sama-sama menginformasikan kepada orang lain. "Untuk mengetahui seberapa banyak yang berkunjung ke blog dan multiply saya, saya menambahkan hit counter," jelasnya.

Ada pengalaman tak terlupakan dalam menekuni dunia blog terjadi pada November 2006. Saat itu almarhum Max Arifin diundang khusus oleh PT Newmont Nusa Tenggara untuk perjalanan pulang kampung ke Sumbawa. Malik ikut dalam tim sebagai asisten Max Arifin. Salah satu agenda kegiatan adalah Max Arifin menjadi narasumber dalam diskusi di sebuah SMA di Taliwang. Makalah untuk bahan diskusi tertinggal di Mojokerto. "Melalui bantuan staf kantor PT Newmont saya dapat mengakses internet membuka blog saya dan tinggal copy paste materi bahan diskusi. Pak Max sendiri pada waktu itu belum merespons dunia blog karena ia terbiasa dengan media cetak," katanya.

Berkaitan dengan Festival Majapahit, Malik kembali mengaktifkan blog-nya. Untuk menarik pembaca ia menginformasikan perihal berita yang ada di blog maupun multiply melalui SMS dan banyak milis dengan judul berita yang menggoda misalnya Ingin mengetahui master plan megaproyek Majapahit Park di Trowulan?
Silakan klik http://majapahitan2.blogspot.com atau http://kurakurabiru.multiply.com.

Untuk meng-update data di blog-nya, Malik sebenarnya berharap banyak dari lembaga seperti Gotrah Wilwatikta untuk membuat semacam Pusat Studi Majapahit. Ini terilhami setelah ia banyak mendapatkan masukan sulitnya anak muda untuk mendapatkan informasi dan referensi tentang Majapahit. "Materi seminar yang diadakan Gotrah Wilwatikta dapatlah disebarluaskan lewat blog, juga aktivitas, riset dan program Gotrah Wilwatikta ke depan," ujarnya.

Meskipun demikian, ia mengaku aktivitasnya menekuni dunia blog tidaklah istimewa. "Aktivitas saya menekuni blog masih biasa-biasa saja kok demikian juga aktivitas saya menekuni sejarah Majapahit masih awam," ujar alumni SMAN 1 Gatoel (sekarang SMAN I Puri Mojokerto).

Sebagai seorangn pegiat dunia blogger, ia ingin ada kompetisi blog antarkampung di Kota maupun Kabupaten Mojokerto. "Blog akan semakin menarik karena setiap warga adalah reporter. Seperti prinsip citizen journalism," kata dia. (*)

(Harian Radar Mojokerto)

Monday, November 05, 2007

Desa Majapahit


DESA MAJAPAHIT

Oleh Max Arifin

SEBUAH desa Majapahit kabarnya direncanakan akan dibangun di Trowulan. Penggagas dan pelaksananya tentulah orang-orang yang mempunyai gagasan yang visioner dan imajinatif. Hasil kerja mereka (nanti) bukan cuma secara fisik cukup memadai, tetapi yang jauh lebih penting adalah bahwa di sana tergambar adanya sebuah budaya. Sebuah budaya yang usianya tujuh ratus tahun, yang telah mampu menjadi kekuatan pendorong ditambah dengan ambisi imajinatif seorang mahaatih: menjamah hampir seluruh nusantara.

Sebuah budaya yang mampu mengantarkan adanya “sphere of influence”, area dimana sebuah negara mengklaim memiliki hak-hak tertentu atau diakui memiliki hak seperti itu. Juga disana terasa adanya semacam aura yang menurut Walter Benjamin memiliki asal-usulnya pada cultic ritual, pada ritual-ritual yang bersifat pemujaan. Itulah hal-hal abstrak yang tentu saja sulit diwujudkan, untuk tidak dikatakan sebagai sesuatu yang mustahil. Memang ada yang mengatakan, dapat saja hal-hal itu dinyatakan lewat simbol-simbol, lambang-lambang, pataka-pataka, kitab-kitab suci, dan lain-lain, tetapi persoalannya adalah: mampukah benda-benda itu “memancarkan” aura yang dimaksud.

Sebuah ilustrasi kita kutip dari kakawin Hariwangsa yang termuat dalam buku Kalangwan, karya monumental Prof. P.J. Zoetmulder, sebuah buku yang jarang dibicarakan sekarang (Djambatan, Jakarta, dengan tebal 648 halaman). Membaca buku ini seakan-akan kita mendengarkan gema suara leluhur kita dan suara-suara itu datang pada kita dari suatu sumber terdalam kebudayaan tanah air kita. Karya ini menarik terutama bagi mereka yang mencoba meletakkan suatu konfrontasi antara kepercayaan dan pengalaman hidup generasi-generasi terdahulu dengan pengalaman-pengalaman dan prasangka-prasangka kita pada masa kini.

Situasi seperti itulah yang harus ada dalam diri para penggagas dan pelaksana rencana tersebut. Pada karya besar seperti Kalangwan ini terdapat suatu kekuatan, yaitu efeknya yang katalistik: ia membuka pintu bagi kita dan menghidupkan mesin kewaspadaan dalam diri kita. Di sana terdapat ceritera tentang kemenangan kemanusiaan atas kekuatan buta sang takdir, suara-suara itu seperti tersembul keluar dari suatu kesepian yang menyesakkan, mencoba menguak mengatasi batas-batas tanah airnya, batas-batas waktu dan batas nasib yang ditentukan pada mereka.

Saat-saat yang sering disebut dalam kakawin ialah sore dan senja, malam yang disinari rembulan dan menjelang fajar. Sesudah pukul tujuh sore udara sudah mulai sejuk. Dalam Hariwangsa tertulis indah: semua suara mulai lenyap dan alam raya merasa bimbang, takut karena malam yang akan datang menjelma.

Bunga padma yang pada pagi hari mekar, menutup daun-daunnya agar tepung sarinya terlindung dengan baik, sambil menyediakan tempat tidur bagi kumbang-kumbang. Awan-awan gelap berputar-putar bersama gemuruhnya guntur memperingatkan manusia akan bahaya yang mungkin mengancam, supaya ia berjaga-jaga. Tetapi segalanya lenyap, rasa bimbang menghapuskan diri tatkala rembulan terbit dan mengusir kegelapan.

Pada malam purnama para wanita dan gadis-gadis genit luwes dari kratobon bercengkerama dibawah sinar bulan purnama.

Mereka menyanyi, menari dan menabuh gamelan, berkelompok untuk tukar menukar rahasia, berbisik-bisik atau duduk sendiri-sendiri merindukan kekasih.

Membaca Kalangwan membuat kita merindukna sesuatu: kedamaina, ketenangan alam, perasaan satu dengan alam, tidak saling mengusik (apalagi menjadi musuh alam). Alam begitu tampak, nyata, mewujud dan terasa benar bagi manusia. Dan indah !

Itu sekedar ilustrasi dari suatu sudut, entah dimana itu, sebuah desa di Majapahit, tujuh ratus tahun yang lalu, yang coba kita “ciptakan” dalam jaman modern ini, Sesuatu yang fantastik dan rasanya sulit dijangkau di sebuah desa (Trowulan) dengan poros jalan Surabaya-Yogyakarta, jalan sempit berdebu namun jalan ini tidak pernah tidur, bergemuruh selalu.

Malam-malam memang membuat fantasi kita melayang ke sana. Apa kira-kira yang terjadi pada malam seperti itu tujuh ratus tahun yang lalu di Candi Tikus, di Candi Bajang Ratu, Candi Kedaton, Candi Brahu, Candi Gentong (yang kini sedang dipugar), Gapura Wringin Lawang, di Candi Siti Hinggil. Atau, apakah para putri sedang berenang dan berendam di Kolam Segaran? Atau apakah terdengar suara sang kawi Prapanca mengutip dan membaca potongan-potongan Negarakertagama yang terkenal itu, dengan suara yang penuh dan berat berwibawa dan kemungkinan kita dissolve ke seorang anak muda modern dengan celana jins dan kaos hitam, berdiri di pelataran Candi Brahu sambil menggenggam lembaran-lembaran Negarakertagama yang telah disunting. Atau mungkin kita membayangkan, di suatu sudut Desa Majapahit Mahapatih Gajahmada sedang berunding dengan salah seorang palnglima perangnya yang bernama Empunala. Mengatur siasat dan taktik bagaimana menundukkan Bali, Lombok, Dompu. Dan bayangan kita menjejak pada masa kekinian dan menemukan besarnya pengarauh tata budaya Majapahit sampai sekarang di Lombok. Dan orang-orang Lombok mengklaim bahwa Empu Nala meninggal di Lombok dan kuburannya dapat ditemukan sampai sekarang di atas sebuah bukit kecil di luar Desa Sembalun, di kaki Gunung Rinjani yang berudara dingin.

Kita memang diminta untuk terus bercermin pada hasil budi pendahulu-pendahulu kita. Dan itu berarti semua seniman yang ada dalam buku Kalangwan telah mampu mengatasi takdirnya !

Desa Majapahit? Kenapa tidak!

Japan Raya, awal Nopember

Max Arifin

(Pernah dimuat di Warta Majatama, Dinas Infokom Kabupaten Mojokerto edisi 52 Tahun 2003)

Keterangan gambar:

Poster Achmady, Bupati Mojokerto saat ini, dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur dengan mengusung slogan “Lurahe Majapahit”.

Saturday, October 20, 2007

FESTIVAL SENI DAN BUDAYA MOJOPAHIT 2007


FESTIVAL SENI DAN BUDAYA MOJOPAHIT 2007


FESTIVAL PEDALANGAN

Pendaftaran

Pendaftaran dimulai pada tanggal 10 s.d 31 Oktober 2007 bertempat di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto Propinsi Jawa Timur telp 0321- 3222 44


Waktu dan tempat pelaksanaan

Hari : Senin s.d kamis

Tanggal : 12 s.d 15 Nopember 2007

Pukul : 19.00 wib-selesai

Tempat : halaman parkir Pendopo Agung Trowulan

Technical meeting tanggal 5 Nopember 2007 pukul 10.00 wib bertempat di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto


Syarat-syarat peserta

-pria atau wanita

-umur 20 s.d 45 tahun

-warga Kabupaten Mojokerto

-menampilkan cerita bebas dengan babon cerita Ramayana ata Mahabarata

-gagrak jawatimuran

-durasi 45 menit


Lain-lain

-peserta tidak dipungut biaya

-panitia memberikan bantuan transportasi dan konsumsi

-panitia memilih 3 penyaji terbaik non rangking dan akan mendapat trophy, piagam penghargaan dan uang pembinaan

-panitia menyediakan fasilitas berupa gamelan pelog slendro, kelir dan wayang simpingan, sound system dan dua orang sinden

-pengamat: masa Sorowedi dan Pak Jumiran


FESTIVAL SENI PERTUNJUKAN

Batasan pengertian

Seni pertunjukan merupakan bentuk pergelaran dari berbagai unsur kreativitas musik, tari, teater dan sastra yang bertumpu pada tradisi setempat dan dikemas dalam media tuntunan yang unik dan menarik. Yang termasuk seni pertunjukan diantaranya: ludruk, besutan, kuda lumping, bantengan, reog, kentrung, jaranan, dll.


Bentuk penghargaan

Bentuk kegiatan festival dengan memilih 3 penyaji unggulan non rangking masing-masing mendapatkan trophy, piagam dan uang pembinaan


materi festival/peserta

-tema bebas

-penyajian menggunakan iringan langsung

-durasi antara 10-20 menit

-peserta adalah group maksimal 15 orang


Kriteria pengamatan/penilaian

-pemilihan materi

-pengemasan karya

-kreativitas/keunikan

-harmonisasi

-penataan artistik


Fasilitas

-sound system danlighting

-panggung

-konsumsi peserta


Pendaftaran

Pendaftaran dilaksanakan mulai tanggal 17 Oktober s.d 5 Nopember 2007 di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto di Jl. jayanegara 4 Kabupaten Mojokerto telp 0321- 322244 setiap jam kerja


Penyelenggaraan

Hari : Senin s.d Kamis

Tanggal: 12 s.d 15 Nopember 2007

Pukul : 14.00 wib-selesai

Tempat : halaman parkir Pendopo Agung Trowulan

Technical meeting tanggal 5 Nopember 2007 pukul 10.00 wib bertempat di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto.


Lain-lain

-peserta tidak dipunguty biaya

-peserta merupakan wakil dari masing-masing kecamatan di wilayah kabupaten Mojokerto

-contact person bapak Moh Rejo 081 3300 86 521 dan Sdr Roni Younard 081 85 03992.

-panitia memilih 5 penyaji terbaik non rangking dan akan mendapat trophy, piagam penghargaan dann uang pembinaan.



FESTIVAL MUSIK JALANAN

Pendaftaran

Pendaftaran dimulai tanggal 22 Oktober s.d 17 Nopember 2007 bertempat di Dinas pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Mojokerto


Waktu dan tempat pelaksanaan

Hari : Minggu

Tanggal : 18 Nopember 2007

Pukul : 08.30 wib-selesai

Tempat : halaman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto


Syarat-syarat peserta

-pria atau wanita

-sehat jasmani dan rohani

-mengisi formulir pendaftaran

-usia bebas

-tema lagu bebas dengan durasi waktu max 10 menit (1 atau 2 lagu)

-jenis alat musik akustik (harap membawa alat musik sendiri)

-jumlah group minimal 2 orang maksimal 5 orang

-berpakaian rapi dan bersepatu (warna bebas dan sopan)


Lain-lain

-peserta tidak dipungut biaya

-setiap peserta akan mendapatkan subsidi transportasi Rp 25.000,- s.d Rp 50.000,- (sesuai dengan jumlah group/kelompok) untuk 20 peserta pendaftar pertama

-untuk juara satu akan mendapat kesempatan mengikuti Festival Jawa Timur di Surabaya

-panitia memilih juara 1, 2 dan 3 dan akan mendapat trophy serta uang pembinaan


PAMERAN LUKISAN/FOTO DAN LOMBA LUKISAN ANAK

Waktu dan tempat pelaksanaan

Tanggal : 1 s.d 7 Desember 2007

Pukul :-

Tempat : pasar Industri dan Pusat Informasi Pariwisata Trowulan


Pendaftaran

Pendaftaran dimulai tanggal 1 s.d 18 Nopember 2007 bertempat di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto

Informasi: M Nur Baderi (fotografi) : 081 25 222 501 dan Bapak Drs Hadi Sucipto (senirupa):0321- 7299244.



Persyaratan lomba

Lomba foto

-terbuka untuk pelajar SMP/SMA atau sederajat

-mengisi formulir pendaftaran dan membayar biaya pendaftaran Rp 15.000,- per peserta

-maksimal 3 karya ukuran 10 R salon (20 cm x 30 cm) dengan tema:

Trowulan Tempo Dulu dan Kini

-foto diambil di area Mojopahit

-penyerahan karya selambat-lambatnya tanggal 25 Nopember 2007 di sekreatraiat Panitia Festival Seni dan Budaya Mojopahit Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto

-menyerahkan foto kopi kartu pelajar

-foto harus original dari kamera HP, kamera digital maupun analog

-bagi pemenang wajib menyerahkan negatif film atau file asli

-panitia berhak memamerkan atau menggunakan foto yang dilombakan sebagai media promosi

-foto yang dilombakan menjadi milik panitia dan tidak akan dikembalikan

-keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat


Lomba lukisan anak/mewarnai

-lomba mewarnai untuk TK dan lomba lukisan untuk SD

-mengisi formulir pendaftaran dan membayar biaya pendaftaran Rp 10.000,- per peserta

-tema lomba: Trowulan Tempo Dulu dan Kini

-peralatan lukis dan mewarna dibawa masing-masing peserta

-panitia menyediakam hadiah berupa trophy dan uang pembinaan bagi pemenag 1,2 dan 3.

-hasil lomba mewarnai dan lomba lukisan menjadi hak panitia



PEMILIHAN GUS DAN YUK KABUPATEN MOJOKERTO 2007

Maksud dan tujuan

-untuk lebih memperkaya wawasan dan khasanah tentang kepariwisataan di Kabupaten Mojokerto ke masyarakat luas

-sebagai duta pariwisata Kabupaten Mojokerto guna mempromosikan potensio pariwisata Kabupaten Mojokerto ke tingkat regional, nasional maupun internasional

-mencetak insan pariwisata yang profesional, mampu, siap bersaing, mandiri dan berjiwa wirausaha serta menyiapkan pemuda/pemudi atau generasi muda yang peduli kebudayaan dan kepariwisataan daerah


Persyaratan peserta

-warga negara indonesia dutamakan warga masyarakat kabupaten mojokerto (dibuktikan foto kopi KTP)

-umur 17-25 tahun (terhitung sampai dengan tahun 2007)

-pendidikan minimal smu dan sederajat

-tinggi pria minimal 165 cm dan wanita minimal 160 cm

-berpenampilan menarik

-mempunyai wawasan luas tentang pariwisata, sejarah dan kebudayaan kabupaten mojokerto


Pendaftaran

-pendafataran dimulai tanggal 15 Oktober s.d 2 Nopember 2007 bertempat di dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten mojokerto setiap jam kerja

-mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran Rp 50.000,-/peserta


Waktu dan tempat pendaftaran

Pelaksanaaan dimulai tanggal 6-8 Nopember 2007 di Dinas Pariwisata dan kebudayaan kabupaten Mojokerto dan Grand final tanggal 10 Nopmebr 2007 bertempat di Pendopo graha maja Tama kabupaten Mojokerto


Kriteria penilaian

-penguasaan bahasa asing

-pengetahuan umum

-pengetahuan pariwisata, seni dan budaya

-keserasian berbusana

-penampilan

-kepribadian

-tes wawancara dilakukan di hotel, dikarantina, diberikan bimbingan dan pelatihan kepribadian, kepemimpinan dan talenta


Bentuk penghargaan

bentuk kegiatan dengan memilih juara 1, 2 dan 3, juara harapan dan juara favorit. Masing-masing juara mendapatkan trophy, piagam dan uang pembinaan



PEMILIHAN RAJA DAN RATU MOJOPAHIT 2007

Maksud dan tujuan

-untuk lebih memperkaya wawasan tentang sejarah peninggalan dan kebudayaan Kerajaan Mojopahit

-sebagai duta pariwisata nasional guna mempromosikan potensi pariwisata di Indonesia serta melestarikan sejarah peninggalan dan kebudayaan Kerajaan Mapajahit

-mencetak insan pariwisata yang profesional, mampu, siap bersaing, mandiri dan berjiwa wirausaha serta menyiapkan pemuda/pemudi atau generasi muda yang peduli dengan sejarah peninggalan dan kebudayaan Indonesia terutama peninggalan Kerajaan Mojopahit


Persyaratan peserta

-warga negara indonesia, diutamakan warga masyarakat se jawa timur (dibuktikan foto kopi KTP)

-umur 17-25 tahun (terhitung sampai dengan tahun 2007)

-pendidikan minimal smu atau sederajat

-tinggi pria minimal 165 cm dan wanita minimal 160 cm

-berpenampilan menarik

-mempunyai wawasan luas tentang pariwisata, sejarah dan budaya bangsa indonesia khususnya sejarah kerajaan mojopahit

-mempunyai kemampuan tentang ketrampilan seni dan budaya ciri khas daerah masing-masing


Pendaftaran

-pendaftaran dimulai tanggal 2-25 Oktober 2007 bertempat di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto setiap jam kerja

-mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran Rp 200.000,-/peserta


Waktu dan Tempat pelaksanaan

Pelaksanaan dimulai tanggal 26 Oktober 2007 di Hotel Virgo Jl. RA Basuni Sooko Kabupaten Mojokerto dan grand final tanggal 27 Oktober 2007 bertempat di pendopo Graha maja Tama


Kriteria penilaian

-penguasaan bahasa asing

-pengetahuan umum

-pengetahuan pariwisata, seni dan budaya

-keserasian berbusana

-penampilan

-kepribadian

-pengetahuan sejarah bangsa (mojopahit)

-tes wawancara dilakukan di hotel, dikarantina, diberikan bimbingan dan pelatihan kepribadian, kepempinan dan talenta


Bentuk penghargaan

bentuk kegiatan dengan memilih juara 1(Raja dan ratu Mojopahit), juara 2 (Pangeran dan Putri Mojopahit), juara 3 (Pendamping Raja dan Ratu Mojopahit), juara harapan (Pendamping Paneran dan Putri) dan juara favorit. Masing-masing juara mendapatkan trophy, piagam dan uang pembinaan.


Pembukaan Festival Mojopahit akan dilaksanakan Minggu, 28 Oktober 2007 pukul 19.00 WIB-selesai di Pendopo Kabupaten Mojokerto Jl. A Yani Kabupaten Mojokerto.

Informasi:

BAPAK AFFANDI ABDUL HADI, Kepala Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto

Jl. Jayanegara 4 Kabuapten Mojokerto

telp 0321- 322244


(Sumber:panduan Festival Seni dan Budaya Mojopahit 2007 yang diterbitkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto Propinsi Jawa Timur)


Keterangan gambar:

sampul majalah Arts of Asia (Hongkong) edisi November-Desember 200 memuat Majapahit sebagai laporan utama.