Friday, November 09, 2007

Abdul Malik, Blogger asal Mojokerto yang Bikin Situs Majapahitan

Sabtu, 10 Nov 2007
Abdul Malik, Blogger asal Mojokerto yang Bikin Situs Majapahitan

Dapat Data dari Teman Chatting di Prancis
Rekonstruksi Kerajaan Majapahit tidak hanya "diimpikan" kalangan pelestarian purbakala saja. Kalangan pemuda pun tak kalah bersemangat. Termasuk kelompok blogger. Yakni, dengan membuat blog khusus tentang Majapahit.

KHOIRUL INAYAH, Mojokerto

GEMAR berselancar di internet dan membuat blog ternyata memiliki makna tersendiri bagi Abdul Malik. Dan itu dimanfaatkannya dalam bentuk yang positif, yakni membuat blog tentang Majapahit. Suatu hal yang belum terbersit dalam pikiran mereka yang mengaku peduli Majapahit sekalipun.

Dengan dana pribadi, dan literatur dari sana-sini, Abdul Malik pun mewujudkannya impiannya memiliii blog sendiri. Ini tidaklah berlebihan, sebab ia telah menekuni dunia blogger sejak Desember 2005.

"Tujuan saja pada saat itu, saya ingin memberi kado buat diri saya sendiri," ujar lajang yang tinggal di Kradenan Kelurahan Kauman Kota Mojokerto ini.

Saat itu, salah satu penjaga warnet di Jl Jayanegara sedang asyik sedang asyik membuat blog untuk hal-hal yang bernuansa 1980-an. Ia pun ikut tertarik. "Nama blog yang saya pilih waktu itu ingin yang bernuansa lokal dan cepat dikenal. Ya akhirnya saya pilih Majapahit," ujarnya laki-laki kelahira 22 Desember 1968 ini.

Beruntung, ia memiliki beberapa dokumentasi tentang Majapahit. Salah satunya adalah naskah karya almarhum Max Arifin tentang Majapahit. Selain itu, materi mendapatkan dari banyak sumber. Misalnya teman chatting, Olivier warga Perancis yang beberapa kali ke Museum Trowulan dan Gunung Penanggungan.

Juga mendapatkan informasi bahwa majalah Arts of Asia (Hongkong) edisi November 2000 memuat laporan utama tentang Majapahit. Saya surfing alamat website-nya lalu cover di-download.

"Untuk isinya Olivier berbaik hati mengirim beberapa halaman yang telah di scanner via email," ujar Malik.

Tidak hanya itu, ia pun mengkopi buku Tatanegara Majapahit parwa 1 dan 2 karya Mohammad Yamin ke Perpustakaan Ignatius di Yogyakarta. "Saya berniat menampilkannya di blog dalam bentuk PDF agar dapat di baca lebih banyak kalangan," kata Malik lagi.

Salah satu hal paling sulit dalam blog adalah proses update data. Semua itu ia kerjakan setiap hari. Untuk keperluan itu, Malik banyak dibantu oleh Bagus Hendro, pemilik warnet di Jl jayanegara untuk proses scanner bahkan seringkali memberi fasilitas gratis. Terkadang juga oleh Hendrik salah satu petugas warnet tersebut. Yang paling menjengkelkan adalah ketika update data koneksi warnet drop. "Namun, karena semuanya menggunakan dana pribadi maka proses berjalan agak lambat," ujarnya.

Ada saat dimana ia tak meng update blog. Saat itu ia lagi menekuni multiply. Sama-sama menarik. Prinsip nya sama-sama menginformasikan kepada orang lain. "Untuk mengetahui seberapa banyak yang berkunjung ke blog dan multiply saya, saya menambahkan hit counter," jelasnya.

Ada pengalaman tak terlupakan dalam menekuni dunia blog terjadi pada November 2006. Saat itu almarhum Max Arifin diundang khusus oleh PT Newmont Nusa Tenggara untuk perjalanan pulang kampung ke Sumbawa. Malik ikut dalam tim sebagai asisten Max Arifin. Salah satu agenda kegiatan adalah Max Arifin menjadi narasumber dalam diskusi di sebuah SMA di Taliwang. Makalah untuk bahan diskusi tertinggal di Mojokerto. "Melalui bantuan staf kantor PT Newmont saya dapat mengakses internet membuka blog saya dan tinggal copy paste materi bahan diskusi. Pak Max sendiri pada waktu itu belum merespons dunia blog karena ia terbiasa dengan media cetak," katanya.

Berkaitan dengan Festival Majapahit, Malik kembali mengaktifkan blog-nya. Untuk menarik pembaca ia menginformasikan perihal berita yang ada di blog maupun multiply melalui SMS dan banyak milis dengan judul berita yang menggoda misalnya Ingin mengetahui master plan megaproyek Majapahit Park di Trowulan?
Silakan klik http://majapahitan2.blogspot.com atau http://kurakurabiru.multiply.com.

Untuk meng-update data di blog-nya, Malik sebenarnya berharap banyak dari lembaga seperti Gotrah Wilwatikta untuk membuat semacam Pusat Studi Majapahit. Ini terilhami setelah ia banyak mendapatkan masukan sulitnya anak muda untuk mendapatkan informasi dan referensi tentang Majapahit. "Materi seminar yang diadakan Gotrah Wilwatikta dapatlah disebarluaskan lewat blog, juga aktivitas, riset dan program Gotrah Wilwatikta ke depan," ujarnya.

Meskipun demikian, ia mengaku aktivitasnya menekuni dunia blog tidaklah istimewa. "Aktivitas saya menekuni blog masih biasa-biasa saja kok demikian juga aktivitas saya menekuni sejarah Majapahit masih awam," ujar alumni SMAN 1 Gatoel (sekarang SMAN I Puri Mojokerto).

Sebagai seorangn pegiat dunia blogger, ia ingin ada kompetisi blog antarkampung di Kota maupun Kabupaten Mojokerto. "Blog akan semakin menarik karena setiap warga adalah reporter. Seperti prinsip citizen journalism," kata dia. (*)

(Harian Radar Mojokerto)

3 comments:

baliorange said...

Halo Mas Abdul Malik, Selamat ya, masuk koran. Panjenengan tadi malam saya rasanin dengan Pak Yusach, la kok besoknya nongol di radar mojokerto. Luar biasa Mas. Salut dengan kegiatan blogger nya. Benar-benar Jurnalisme Warga (Citizen Jurnalism). Duh senangnya. Ide yang luar biasa. Ayo mas, menulis di www.mojokerto.info Disana juga berkonsep Jurnalisme Warga.

Muhammad Ayub said...

mas malik q salut atas bloggingmu ttg mjkrto,gimana kalo buat komunitas blogger mojokerto

mrhery123 said...

We don’t work with companies only interested in buzz words.
We want clients who are devoted to their customers.
Clients that can’t sleep at night because the energy for what they do pumps furiously through their veins.
We want clients who are as hungry for success as we are.
Katalistik